Brooo…… ingatkah kita dengan ibu kita…


bismillah

saat ini ibu ane terbaring sakit….
sedih sekali rasanya,
ini adalah curahan hati ane… mengenang masa-masa lalu ane beserta orang tua ane, terutama ibu ane..
ane yakin, mungkin ada beberapa kesamaan pengalaman kita…. dan beberapa adalah hasil pikiran ane saja, bukan yang sesungguhnya, ane menulis ini pada saat ibu sudah tertidur… Alhamdulillah…

Saat kita berumur 1 tahun, ibu menyuapi dan memandikan. Sebagai balasannya, kamu menangis sepanjang malam.

Saat kita berumur 2 tahun, ibu mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kita berumur 3 tahun, ibu memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kamu berumur 5 tahun, ibu membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.<
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan Lumpur dekat rumah.

Saat kamu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak “ nggak mau!!”

Saat kamu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagi balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kamu berumur 9 tahun, dia membayarmu mahal untuk kursus pianomu. Sebagai balasannya, kau sering bolos dan jarang berlatih.

Saat kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil, tanpa memberi salam.

Saat kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop. Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai keluar rumah.

Saat kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagi balasannya kau katakana dia tidak tahu mode.

Saat kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu untuk liburan.akhir tahun ajaran, Sebagai balasannya, kau tidak pernah meneleponnya.

Saat kamu berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kamu berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan, tanpa peduli kepentingannya.

Saat kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus sma. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kamu berumur 19 tahun, dia membayar kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kamu berumur 20 tahun, “Dari mana saja seharian ini?”. Sebagai balasannya, kau jawab “ Ah, ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang.”

Saat kamu berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagi balasannya, kau katakana “Aku tidak ingin seperti ibu.”

Saat kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, “ Aduuh, bagaimana ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain, yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kamu berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasihat bagaimana merawat anakmu. Sebagai balasannya, kau katakana padanya, “Bu, sekarang jamannya sudah beda.

dan saat,ibu menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat ini, dia sakit-sakitan hingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negative orang tua, yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan tiba-tiba ane teringat semua yang belum pernah ane lakukan.
ane menyesal…………
ampuni saya wahaiibuku……….
Yaa Allah….. berikanlah kekuatan dan kemudahan bagi ibuku untuk menjalani ujianMu…..
amiiiiinnnn…………..

Tentang gc133hijrah

I love touring especially 2 wheels, bycicle, and motorcycle, 2wheels.... 1 heart
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

23 Balasan ke Brooo…… ingatkah kita dengan ibu kita…

  1. warung DOHC berkata:

    semoga lekas sembuh dan diberi kesehatan jika ibu masih sakit mas

  2. Taufik berkata:

    Kasih Ibu sepanjang masa

    Syafakillah buat bundanya Bro

  3. ipanase berkata:

    hiks hiks, semoga ibu cepat sembuh, Amien

  4. chi berkata:

    nice artikel ,,, cepet sehat y mas u’ ibunya ,,, amin.

  5. uDien d'kab berkata:

    Perenungan yang dalam ….
    terimakasih udah menyadarkan mang uDien untuk lebih respek terhadap ibu/orang tua
    *** semoga ibu mas journey lekas sembuh …

    http://udiendkab.wordpress.com/2011/07/30/apakah-motormu-dibelikan-bapakmu/

  6. 4201journey berkata:

    Amiiin kang….
    Sehat n sukses selalu kang….

  7. nanared berkata:

    dan disaat kita mandiri adalah ujian dari Allah terhadap bakti kita pada orang tua,nice article
    nitip permohonan maaf kami bro
    http://www.nanared.wordpress.com/2011/07/30/marhaban-ya-ramadhan-selamat-berpuasa-saudaraku/
    SALAM KARET BUNDAR

  8. ummilia berkata:

    Sepuluh tahun telah mengenal sosoknya. Kami dkat, krn barangkali ada kesamaan pemahaman dan emosional sbg seorang ibu.
    Semua seolah terasa terlambat, tetapi kita memang harus bersemangat. Kewajaran merasakan pilu, tetapi tdk menjadikan kita pesimis apalagi terlarut.
    Kita harus menjadi tegar di tengah badai. Tdk usahlah berharap setegar karang. Karena kita ada hati.
    Pasang surut datang silih berganti. Hanya kepadaNya menggantungkan harapan.
    Waktu yg terasa kian menyempit. Tetapi tidak bagi seorang ibu. Dalam masa yg teramat terbatas, seorang ibu tetap menyinta, melupakan dan memaafkan kekeliruan putranya.
    Ummi sayang ibu. Biah juga. Tunjukkan padanya Biah tegar dan semangat yg akan membuat beliau bangga sebagai ibu, ibu kita….

  9. karis berkata:

    Masya Allah mas bro, saya ikut terenyuh bacanya….ternyata wanita terhebat sepanjang masa adalah Ibu Kita ya, subhanallah
    http://karisnsz.wordpress.com/2011/08/04/dominasi-honda-paksa-yamaha-tereduksi/

  10. dody berkata:

    smga lekas smbuh jika msh dlm keadaan sakit, smga berkah stlah dlm ksmbuhan nanti, barakallah

  11. Dismas berkata:

    renungan nya pas banget… kenak banget…🙂

    *semoga ibunda nya masbro lekas diberi kesembuhan…

  12. wendakalubis berkata:

    Jadi ingat dosa2 sendiri kepada Ibu.. terima kasih dah berbagi…
    Mas bro masih ada kesempatan merawat Ibunda..
    Kesempatan berbakti masih ada…🙂
    Semangat….

  13. wendakalubis berkata:

    Halloo… kena moderasi ya???

  14. uDien d'kab berkata:

    Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1432 H
    “MOHON MAAF LAHIR BATHIN”
    TAQOBALALLOOHU MINNA WA MINKUM,
    SHIAMANAA WA SHIAAMAKUM
    _________________________________
    http://udiendkab.wordpress.com/2011/08/29/seuntai-doa-di-akhir-ramadhan-menyambut-iedul-fitri/

Gimana opini brader

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s